Image

LPPM STKIP Pasundan Cimahi Gelar Seminar Olahraga di KKMTs Cipongkor KBB

Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan Cimahi yang ditempatkan di Kecamatan Cipongkor mulai melaksanakan seminar.

Seminar diselenggarakan pada hari Sabtu (9/9) jam 08.00 WIB bertempat di MTs Muslimin Cipongkor. Hadir pada seminar tersebut Pengawas KKMTs Kec. Cipongkor Zainal Arifin, S.Ag, MM, Ketua KKMTs Cipongkor Zaenal Arif, S.S, S.Pd.I, Ketua Pelaksana Seminar Dedi Witular, S.Pd, dan Ketua MGMP KKMTs Cipongkor sekaligus sebagai Ketua PGM Kec. Cipongkor H. Asep, S.Pd.I, M.M.Pd, MT.

Ketua KKMTs Cipongkor Zaenal Arif, menyampaikan, ucapan terimakasih dan selamat datang kepada 40 peserta guru PJOK dan Seni Budaya dari MTs dan MA se-Kecamatan Cipongkor atas dukungannya dalam mengikuti seminar yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa PJKR STKIP Pasundan Cimahi.

“Saya berharap apa yang telah diseminarkan dapat didukung dan berlanjut realisasi di lapangan.”ujarnya.

Ketua MGMP KKMTs Cipongkor Asep SP sangat senang atas antusiasme peserta dan bangga dengan kegiatan seminar ini. Ia mengharapkan agar guru PJOK senantiasa meningkatkan mutu dan kualitas dalam proses belajar mengajar.

Sementara itu, Pengawas KKMTs Cipongkor Zainal Arifin, menyampaikan, bahwa guru dituntut mengutamakan aspek keaktifan, kreatifitas dan inovatif, sehingga membuat pembelajaran menjadi efektif dan menyenangkan.

“Saya berharap semoga kedepannya STKIP Pasundan Cimahi ini dapat bekerjasama dengan KKMTs Cipongkor tidak hanya dibidang olahraga saja tapi juga untuk bidang yang lain.”tambahnya.

Menurut Dedi Witular, selaku ketua pelaksana kegiatan ini ketika dihubungi terpisah mengatakan pelaksanaan seminar ini untuk meningkatkan kemampuan professional guru olah raga serta memiliki kompetensi sehingga menjadikan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Pengembangan prestasi di bidang olah raga sebagai salah satu wujud peningkatan mutu pendidikan, perlu didukung suatu program yang didalamnya terdapat pembinaan secara terus menerus seperti melalui hubungan kerja sama Madrasah dengan pihak Kampus.”harap Dedi.

Pemateri dalam kegiatan ini adalah Dosen PJKR STKIP Pasundan Cimahi Sriningsih, M.Pd dan Nancy Trisari Schiff, M.Pd.

Dalam paparan materinya, Sriningsih menyampaikan bahwa guru penjaskes itu menarik dan unik. Guru dituntut untuk memahami dan menerapkan metode belajar, salah satunya metode PAIKEM (pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan).

Lebih lanjut, Ibu Sriningsih juga menambahkan tujuan seminar ini adalah untuk mengetahui manajemen pembelajaran penjaskes, menetapkan aturan kelas, memulai kegiatan tepat waktu, mengatur pelajaran, mengelompokkan siswa, memanfaatkan ruang atau lapangan dan peralatan, hingga mengakhiri pelajaran. Selain itu, keterlaksanaan program, hambatan dan kendala baik dalam perencanaan, pelaksanaan, yang terkait dengan kelas olah raga agar pengelolaan program kelas olah raga masa berikutnya dapat dilaksanakan dengan baik sejak perencanaan, pelaksanaan dan hasil program.

Pembicara yang terakhir adalah Nancy Trisari Schiff. Dalam makalahnya yang berjudul Pembelajaran Penjaskes, Beliau menyampaikan pembelajaran penjas yang menyenangkan dapat diterima anak didik dengan cepat dan mudah dipahami. Dengan ini, ilmu yang diserap akan lebih dalam untuk menghasilkan SDM yang berkualitas.

Dasar pengajaran terdapat kaitan yang erat antara berbagai unsur, seperti program strategi, kemampuan guru, keadaan murid, fasilitas dan sumber-sumber (resource) lainnya. Masing-masing unsur memegang peranan penting untuk keberhasilan pembelajaran.

Model pembelajaran yang selama ini menjadi anutan sebagian besar guru yang mengajar pendidikan jasmani dan kesehatn yakni model komando untuk pendidikan jasmani dan model ceramah untuk pendidikan kesehatan perlu diubah. Perubahan model pembelajaran ini justru dimaksud untuk menghasilkan mutu pendidikan jasmani dan kesehatan di tingkat sekolah. Untuk hal itu, bukan sekedar mengemukakan dan menganjurkan penggunaan model pembelajaran yang tepat saja yang diperlukan, akan tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah sikap para guru sendiri.

“Guru penjaskes harus senantiasa ikut berfikir dan mencari jalan dan memecahkan masalah hingga mutu pendidikan jasmani dan kesehatan  terus dapat ditingkatkan. Sehingga diharapkan pendidikan jasmani dan kesehatan dapat mencapai tujuan khusus penjaskes dan tujuan pendidikan umumnya.”ungkapnya. (RUSTAN ABUBAKAR)

Sumber: https://bandungbarat.kemenag.go.id/news/view/455